SPECIFIC GRAVITY & ABSORPTION
SPECIFIC GRAVITY AND ABSORPTION OF COARSE AGGREGATE & FINE AGGREGATE (BERAT JENIS DAN PENYERAPAN AGREGAT KASAR DAN AGREGAT HALUS)
Standar Acuan : SNI 1969-2008 : Berat Jenis dan Penyerapan Agregat Kasar; SNI 1970-2008 : Berat Jenis dan Penyerapan Agregat Halus;
Pengujian Berat Jenis dan Penyerapan Agregat adalah suatu sifat yang pada umumnya digunakan dalam menghitung volume yang ditempati oleh agregat dalam berbagai campuran yang mengandung agregat termasuk beton semen, beton aspal dan campuran lain yang diproporsikan atau dianalisis berdasarkan volume absolut. Berat jenis curah yang ditentukan dari kondisi jenuh kering permukaan digunakan apabila agregat dalam keadaan basah yaitu pada kondisi penyerapannya sudah terpenuhi. Sedangkan berat jenis curah yang ditentukan dari kondisi kering oven digunakan untuk menghitung ketika agregat dalam keadaan kering atau diasumsikan kering. Berat jenis semu (apparent) adalah kepadatan relatif dari bahan padat yang membuat partikel pokok tidak termasuk ruang pori di antara partikel tersebut dapat dimasuki oleh air.
Angka penyerapan digunakan untuk menghitung perubahan berat dari suatu agregat akibat air yang menyerap ke dalam pori di antara partikel utama dibandingkan dengan pada saat kondisi kering, ketika agregat tersebut dianggap telah cukup lama kontak dengan air sehingga air telah menyerap penuh. Standar laboratorium untuk penyerapan akan diperoleh setelah merendam agregat yang kering ke dalam air selama (24+4) jam. Agregat yang diambil dari bawah muka air tanah akan memiliki penyerapan yang lebih besar apabila digunakan, bila tidak dibiarkan mengering. Sebaliknya, beberapa jenis agregat apabila digunakan mungkin saja mengandung kadar air yang lebih kecil bila dibandingkan dengan kondisi terendam selama (24+4) jam. Untuk agregat yang telah kontak dengan air dan terdapat air bebas pada permukaan partikelnya, persentase air bebasnya dapat ditentukan dengan mengurangi penyerapan dari kadar air total yang ditentukan dengan cara uji AASHTO T 255.
Prosedur umum yang digambarkan dalam cara uji ini cocok untuk digunakan dalam menentukan penyerapan agregat yang dikondisikan dengan cara uji yang berbeda dengan perendaman selama (24+4) jam, seperti penggunaan pompa hampa udara atau kondisi air mendidih. Namun nilai yang didapat untuk penyerapan akan berbeda, berat jenis curah pada kondisi jenuh kering permukaan. Pori pada agregat ringan mungkin tidak dapat benar-benar terisi dengan air atau sebaliknya setelah perendaman selama (24+4) jam. Pada kenyataannya beberapa jenis agregat, tetap saja tidak akan mencapai potensi penyerapan yang sebenarnya walaupun setelah direndam selama beberapa hari. Oleh karena itu, cara uji ini tidak untuk digunakan dalam pemeriksaan agregat ringan.
Peralatan yang digunakan dapat dilihat dalam gambar di bawah ini :


ABSORPTION OF FINE AGGREGATE
SO-810A ABSORTION OF FINA EGGREGATE TEST SET (UJI PENYERAPAN AGREGAT HALUS)
Standar Acuan : SNI SNI 1970:2008; ASTM C-128; AASHTO T-84
Pengujian penyerapan agregat halus bertujuan untuk mengetahui penambahan berat dari suatu agregat akibat air yang meresap ke dalam pori-pori, tetapi belum termasuk air yang tertahan pada permukaan luar partikel, nilai penyerapan dinyatakan sebagai persentase dari berat keringnya. Agregat dikatakan “kering” ketika telah di-Oven pada temperatur (110±5)oC dalam waktu 24 jam untuk menghilangkan seluruh kandungan air yang ada (sampai beratnya tetap).
Yang dimaksud agregat halus adalah pasir alam sebagai hasil disintegrasi ’alami’ batuan atau pasir yang dihasilkan oleh industri pemecah batu dan mempunyai ukuran butir terbesar 4,75 mm (Saringan No. 4).
Peralatan yang dipergunakan adalah sebagai berikut :
- Timbangan, kapasitas 1 kg atau lebih dengan ketelitian 0,1 gram;
- Piknometer dengan kapasitas 500 ml;
- Kerucut terpancung, diameter bagian atas (40± 3) mm, diameter bagian bawah (90 ± 3) mm dan tinggi (75 ± 3) mm dibuat dari logam tebal minimum 0,8 mm;
- Batang penumbuk yang mempunyai bidang penumbuk rata, berat (340 ± 15) gram, diameter permukaan penumbuk (25 ± 3) mm;
- Saringan No. 4 (4,75 mm);
- Oven, yang dilengkapi dengan pengatur suhu untuk memanasi sampai (110±5)°C;
- Pengukuran suhu dengan ketelitian pembacaan 1°C;
- Talam;
- Bejana tempat air;
- Pompa hampa udara atau tungku;
- Desikator.

BULK DENSITY TEST
AG-800 BULK DENSITY TEST (PENGUJIAN BOBOT ISI AGREGAT)
Standar Acuan : SNI 03-4804-1998; ASTM C-29; AASHTO T-19
Tujuan Pengujian Bobot Isi Agregat adalah Untuk menentukan berat isi atau bobot isi agregat kasar dan halus dalam kondisi lepas dan padat.
Pengujian Berat Isi dan Rongga Udara dalam Agregat (Bulk Density Test) ini mencakup :
1) perhitungan berat isi dalam kondisi padat atau gembur dan rongga udara dalam agregat;
2) ketentuan-ketentuan peralatan, contoh uji, perhitungan, cara uji dan laporan hasil uji
Peralatan :
- Timbangan 100 kg
- Batang Pemadat (Tamping Rod)
- Container Pengukur Volume (5 liter)
- Meja Getar
- Mistar Perata
1. Pengujian Berat Isi Lepas
- Timbang Berat Container (A) yang telah diketahui Volumenya (V) = 5 Liter
- Masukan agregat kasar dengan ketinggian maksimum 5 cm
- Ratakan Permukaan container dengan mistar
- Timbang Berat Container + Isi ⇒ (C)
- Hitung : Berat Isi Lepas=(C- A)/V
2. Berat Isi Padat
- Ambil Container Isi (V = 5 Liter) Lalu timbang (A)
- Masukan agregat sampe 1/3 bagian lalu tusuk-tusuk dengan batang pemadat sebanyak 25x
- Ulangi hal yang sama untuk 2/3 bagian / Lapisan Kedua
- Untuk Lapisan Ketiga masukan agregat sampai melebihi permukaan atas Container lalu tusuk 25x
- Letakan di atas meja penggetar, pasang penjepit lalu hidupkan motor selama 5 menit.
- Ratakan agregat dengan mistar, timbang Container berikut isinya (C)
- Hitung : □ Berat Isi Padat = (C - A)/V
Uraian Peralatan dapat dilihat pada gambar di bawah ini :

LOS ANGELES ABRASION MACHINE
AG-700 LOS ANGELES ABRASION MACHINE (PENGUJIAN KEAUSAN AGREGAT AKIBAT FAKTOR MEKANIS)
Standar Acuan : ASTM C-131
Pengujian Abrasi Agregat dengan mesin Los Angeles adalah untuk mengetahui durabilitas agregat dengan cara mekanis yakni dengan alat Los Angeles Abrasion Test. Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk menentukan ketahanan agregat kasar yang lebih kecil dari 37,5 mm (1 1/2") terhadap keausan yang diakibatkan oleh kombinasi penggerusan, pukulan dan penggilingan dalam drum baja yang berputar.
Alat Pengujian :
- Mesin Loss Angeless
- Bola Baja
- Talang
- Sieve No. 12
- Pan
- Oven
- Sample 5.000 gram
- Sample Spliter
Proses Pengujian :
- Ambil benda uji yang akan diperiksa kemudian cuci sampai bersih
- Keringkan dalam oven dengan suhu 1100C selama 24 jam
- Saring benda uji tersebut kemudian ambil 5.000 gram sesuai table ⇒ (A)
- Masukan benda uji kedalam mesin
- Masukan bola baja seperti table, Bola-bola baja diameter rata2 4,68 cm ( I 7/8") dan berat masing-masing antara 400 gram sampai 440 gram
- Atur angka menjadi 500 putaran
- Tekan tombol start
- Setelah mesin berhenti pasang talang, buka tutup mesin dan tumpahkan agregat ke atas talang
- Saring agregate dengan Saringan No. 12, yang tertahan dicuci kemudian keringkan dengan oven suhu 1100C selama 24 jam
- Timbang berat keringnya ⇒(B)
- Hitung Keausan Sebagai berikut : ((A-B) / (A)) x 100%
Agregat yang memenuhi syarat untuk dijadikan bahan konstruksi adalah yang memiliki Nilai Keausan Agregat maksimum 40%, jika agregat hasil uji keausan lebih dari 40% maka tidak boleh digunakan untuk konstruksi karena agregat tersebut Lunak / Rapuh.

WET WASHING SIEVE
WET WASHING SIEVE (SARINGAN UNTUK MENCUCI AGREGAT)
Wet Washing Sieves sangat berguna di mana sampel harus dipisahkan dengan bantuan dicuci menggunakan air. Saringan ini tersedia dalam diameter 200 mm atau 8 inci (kedalaman 4 inci atau 8 inci), dengan bingkai kuningan atau baja tahan karat. Wet Washing Sieve digunakan untuk mencuci Tanah, Semen atau Aggregat Halus, tujuannya untuk mengetahui berat sampel yang tertahan saringan #200.
