SO-330A HYDROMETER TEST
SO-330A HYDROMETER TEST (PENGUJIAN HIDROMETER)
Standar Acuan : SNI, ASTM D-422, AASHTO T-88
Pengujian analisis hidrometer adalah untuk menentukan distribusi ukuran butir-butir untuk tanah yang tidak mengandung butir tanah tertahan oleh saringan No. 200. Pengujian ini dilakukan dengan analisa sedimen menggunakan hidrometer. Analisis hidrometer adalah metode untuk menghitung distribusi ukuran butir tanah berdasarkan sedimentasi tanah dalam air, kadang disebut juga uji sedimentasi. Analisis hidrometer ini bertujuan untuk mengetahui pembagian ukuran butir tanah yang berbutir halus.
Alat dan Bahan
Khusus :
- Hydrometer;
- Mixer (pengaduk);
- Deflocculating agent;
- Temperature.
Umum :
- 2 Gelas ukur (silinder);
- Air suling;
- Timbangan (ketepatan 0.1 g);
- Oven;
- Desikator;
- Termometer;
- Semprotan;
- Evaporating dishes;
- Spatula;
- Timer.

SO-320 SHRINGKAGE LIMIT TEST
SO-320 SHRINGKAGE LIMIT TEST (PENGUJIAN BATAS SUSUT)
Standar Acuan : SNI 3422-2008, ASTM D-427, AASHTO T-92
Pengujian Shringkage Limit (Batas Susut Tanah) adalah untuk menentukan kadar air pada batas semi padat ke keadaan padat yang disebut batas susut dan digunakan untuk menentukan sifat-sifat tanah. Batas susut tanah adalah kadar air minimum dimana masih dalam keadaan padat atau keadaan diantara keadaan semi padat dan keadaan padat.
Alat dan Bahan
- Prong plate
- Cawan porselin
- Monel dish
- Cristalizing dish : - dish (dia. 5 cm), overflow dish (dia. 9 cm)
- Spatula
- Plat kaca - Plat kaca tanpa jarum - Plat kaca yang mempunyai 3 buah jarum/kaki (prong plate)
- Gelas ukur
- Timbangan
- Air raksa
- Oven
Langkah-Langkah Pengujian
- Tanah yang dipergunakan dapat tanah yang terganggu.
- Ring silinder diisi dengan contoh tanah, ratakan ke dua permukaannya, tinggi dan diameter ring terlebih dahulu diukur.
- Contoh tanah dimasukkan dalam oven pada temperatur 105 - 110°C selama 24 jam.
- Setelah dioven lalu dimasukkan ke dalam desikator selama kurang lebih 1 jam.
- Kontainer kaca diisi dengan air raksa, permukaannya dalam container diratakan dengan pelat kaca, hal ini disebabkan karena permukaan air raksa cembung.
- Timbang pelat kaca dan container kacanya.
- Letakkan container kaca di atas cawan kaca, lalu contoh tanah ditekan perlahan-lahan ke dalam Hg dalam container diratakan dengan pelat kaca.
- Timbang berat cawan kaca + Hg yang tumpah

SO-315 PLASTIC LIMIT TEST
SO-315 PLASTIC LIMIT TEST (PENGUJIAN INDEX PLASTIS TANAH)
Standar Acuan : SNI 1966:2008; ASTM D-427; AASHTO T-92
Pengujian Batas Plastis dilakukan untuk menentukan batas plastis suatu tanah (batas besarnya kadar air (wp), pada contoh tanah, dari kondisi semi plastis menjadi plastis dalam persen). Uji penentuan Batas Plastis dan Indeks Plastisitas tanah bertujuan untuk menentukan batas terendah kadar air ketika tanah dalam keadaan plastis, dan angka Indeks Plastisitas suatu tanah.
Batas Plastis dihitung berdasarkan persentasi berat air terhadap berat tanah kering pada benda uji. Pada cara uji ini, material tanah yang lolos saringan ukuran 0.425 mm atau saringan No. 40, diambil untuk dijadikan benda uji kemudian dicampur dengan air suling atau air mineral hingga menjadi cukup plastis untuk digeleng/dibentuk bulat panjang hingga mencapai diameter 3 mm. Metode penggelengan dapat dilakukan dengan telapak tangan atau dengan alat penggeleng batas plastis (prosedur alternatif). Benda uji yang mengalami retakan setelah mencapai diameter 3 mm, diambil untuk diukur kadar airnya. Kadar air yang dihasilkan dari pengujian tersebut merupakan batas plastis tanah tersebut.
Alat
- Cawan porselen.
- Pestel (penumbuk/penggerus) dengan kepala karet atau terbungkus karet.
- Spatula.
- Pelat kaca (30 cm × 30 cm).
- Saringan No. 40.
- Batang kawat ø 3 mm untuk ukuran pembanding.
- Air suling.
- Alat-alat pemeriksaan kadar air (oven, timbangan, gelas ukur, dan desikator)
Prosedur Pengujian
- Taruhlah contoh tanah dalam cawan porselen, campur air sedikit demi sedikit, aduk sampai benar-benar merata. Kadar air tanah yang diberikan adalah sampai tanah bersifat cukup plastis dan dapat mudah dibentuk menjadi bola dan tidak terlalu melekat pada jari, bila ditekan dengan jari.
- Remas dan bentuklah menjadi bentuk bola atau bentuk ellipsoida dari contoh tanah seberat sekitar 8 gram (diameter 13 mm). Gilinglah bola uji ini di atas pelat kaca yang terletak pada bidang mendatar di bawah jari-jari tangan dengan tekanan secukupnya sehingga akan terbentuk batang-batang yang diameternya rata. Gerakan menggiling tanah gunakan kecepatan kira-kira tiap ½ detik satu gerakan maju mundur.
- Bila pada penggilingan diameter batang telah menjadi sekitar 3 mm (bandingkan dengan batang kawat pembanding) dan ternyata batang ini masih licin, ambil dan potong-potong menjadi 6 atau 8 bagian; kemudian remas seluruhnya antara ibu jari dan jari-jari lain dari kedua tangan sampai homogen.
- Selanjutnya giling lagi seperti tadi. Jika digiling menjadi batang berdiameter 3 mm, ternyata batang masih licin, ulangi lagi remas menjadi bentuk bola lagi dan giling lagi, dst sampai batang tanah tampak retak-retak dan tidak dapat digiling menjadi batang yang lebih kecil (meskipun belum mencapai diameter 3 mm).
- Segera masukkan batang adonan tanah tersebut ke dalam cawan dan tutuplah. Selanjutnya lakukan pemeriksaan kadar air.

SO-310 LIQUID LIMIT TEST
SO-310 LIQUID LIMIT TEST (PENGUJIAN BATAS CAIR TANAH)
Standar Acuan : SNI 1967-2008; ASTM D-4318; AASHTO T-89
Pemeriksaan Liquid Limit dimaksudkan untuk menentukan batas cair (liquid limit), batas plastis (plastic limit), serta indeks plastisitas (plasticity index) yang dimiliki oleh suatu tanah. Pengujian Batas-batas Atterberg bertujuan untuk mencari nilai perbandingan berat air yang mengisi ruang pori dengan berat tanah kering pada kondisi batas cair/plastis. Penentuan batas-batas Atterberg meliputi batas susut (shrinkage limit), batas plastis (plastic limit), dan batas cair (liquid limit) serta indeks plastisitas (plasticity index).
Batas susut (shrinkage limit) adalah batas kadar air dimana tanah dengan kadar air di bawah nilai tersebut tidak menyusut lagi (tidak berubah volume). Batas plastis (plastic limit) adalah kadar air terendah dimana tanah mulai bersifat pastis. Dalam hal ini sifat plastis ditentukan berdasarkan kondisi dimana tanah yang digulung dengan telapak tangan, di atas kaca mulai retak setelah mencapai diameter 3.0 mm. Batas cair (liquid limit) adalah kadar air tertentu dimana perilaku berubah dari kondisi plastis ke cair. Pada kadar air tersebut tanah mempunyai kuat geser yang terendah.
Alat yang digunakan :
- Alat batas cair standard (Atterberg)
-
- SO-311A Liquid Limit Device Manual
- SO-311B Liquid Limit Device Elektrik
- Alat pembuat alur (grooving tool)
- Spatula
- Botol, berisi air suling (botol semprot)
- Mangkuk porselin
- Tin box/cawan
- Desicator
- Oven
- Neraca



SO-280 TVA PENETROMETER
SO-280 TVA PENETROMETER (PENGUJIAN PERMUKAAN TANAH)
TVA Penetrometer digunakan dalam menganalisis permukaan tanah. Alat ini sangat mudah digunakan, tinggal pasang konus pada ujung stang kemudian tekan alat pada permukaan tanah, maka jarum Dial TVA Penetrometer akan menunjukan angka maksimum kekuatan permukaan tanah. Karena alatnya simpel maka seorang teknisi dapat mengambil titik sebanyak-banyaknya untuk dijadikan data.
Kelengkapan alat dapat dilihat pada gambar di bawah ini :
