SO-450 MOISTURE CONTENT TEST
SO-450 MOISTURE CONTENT TEST (PENGUJIAN KADAR AIR TANAH)
Standar Acuan : SNI 1965:2019, ASTM ASTM D2216-10, MOD
Pengujian Kadar Air Tanah (Moisture Content Test) bertujuan untuk menentukan kadar air terhadap massa tanah, batu, dan material serupa yang dilakukan di laboratorium, pengurangan massa dengan cara pengeringan menyebabkan kehilangan air kecuali sebagaimana disebutkan pada 1.4, 1.5, dan 1.7. Untuk penyederhanaan, kata material mengacu pada tanah, batu, atau agregat yang paling sesuai.
Tujuannya adalah untuk menentukan kadar air tanah yaitu perbandingan antara berat air yang terkandung dalam tanah dengan berat kering yang dinyatakan dalam persen.
Prosedur pelaksanaannya yaitu :
- Membersihkan cawan kemudian menimbangnya.
- Tanah yang akan diperiksa ditempatkan dalam cawan bersih yang telah diketahui beratnya.
- Cawan dan isinya kemudian ditimbang dan beratnya dicatat.
- Masukkan cawan dan isinya kedalam oven pengering selama 24 jam atau berat contoh tanah konstan.
- Setelah 24 jam, lalu mendinginkan cawan + tanah kering dalam desikator, kemudian menimbangnya.
- Diambil 4 (empat) contoh tanah yang diperlakukan sama seperti langkah-langkah sebelumnya untuk mendapatkan nilai kadar air rata-rata.

PERMEABILITY TEST
PERMEABILITY TEST (PENGUJIAN REMBESAN)
- SO-370 COMBINATION PERMEAMETER
- SO-390A COMBINATIONTION PERMEAMETER TEST MOULD STANDARD
- SO-395A COMBINATIONTION PERMEAMETER TEST MOULD MODIFIED
Standar Acuan : SNI 2435:2008; ASTM D-2434; AASHTO T-215
Dalam desain bangunan sering dilakukan analisis rembesan dengan menggunakan parameter koefisien kelulusan air untuk menilai tingkat keamanannya terhadap erosi buluh dan tekanan angkat. Parameter koefisien kelulusan air dapat diperoleh dengan berbagai cara. Dalam melakukan uji kelulusan air ini digunakan cara uji kelulusan air dengan tekanan air konstan pada benda uji tanah yang dijenuhkan. Mengingat diperlukannya koefisien kelulusan air dan gradien hidraulik untuk perhitungan rembesan bangunan air, dan bagaimana cara penerapannya, perlu disusun revisi standar berjudul “Cara uji kelulusan air benda uji tanah di laboratorium dengan tekanan tetap”.
Cara uji ini dimaksudkan sebagai pegangan dan acuan dalam uji kelulusan air dengan injeksi air bertekanan konstan pada benda uji tanah tidak terganggu dan pada benda uji tanah terganggu. Tujuannya adalah untuk memperoleh parameter koefisien kelulusan air (k), dan gradien hidraulik, yang akan digunakan untuk keperluan analisis perhitungan rembesan suatu bangunan atau timbunan. Standar ini diharapkan bermanfaat bagi para laboran atau tenaga teknisi yang berhubungan dengan penyelidikan geoteknik, para pendesain bangunan dan pihak-pihak terkait lainnya.
Permeabilitas tanah adalah sifat kemampuan tanah untuk melewatkan air dan udara, berupa kemudahan udara, cairan atau akar tanaman menembus atau melewati lapisan tanah tersebut. Permeabilitas mengacu pada tingkat pergerakan udara dan air melalui tanah, yang penting karena mempengaruhi pasokan udara dan air untuk akar tanaman, serta mempengaruhi kelembaban, dan nutrisi yang tersedia untuk tanaman.
Banyak faktor yang mempengaruhi permeabilitas tanah, mulai dari ukuran partikel tanah, porositas dan struktur tanah.
- Partikel tanah yang bersifat menggumpat menyebabkan permeabilitas rendah. Sementara partikel tanah yang kecil dan terpisah seperti pasir memiliki permeabilitas yang tinggi.
- Porositas atau banyaknya pori-pori mempengaruhi permeabilitas tanah. Tanah dengan banyak pori-pori, seperti tanah dengan akar dan cacing tanah, memiliki permeabilitas tinggi, dan air lebih mudah diserap dari permukaan tanah
- Struktur tanah yang padat dan memiliki banyak batuan akan sulit ditembus oleh udara dan air, sehingga memiliki permeabilitas lebih rendah dari tanah yang gembur dan banyak memiliki unsur organik.
Beberapa Alat pengujian Permeabilitas Tanah antara lain :


LABORATORY CBR
LABORATORY CBR (PERCOBAAN CBR LABORATORIUM)
- SO-360A LABORATORY CBR ELECTRIC
- SO-360B LABORATORY CBR MECHANIC
Standar Acuan : SNI 1744-2012 revisi dari SNI 03-1744-1989; ASTM D-1883; AASHTO T-193-99 (2007)
Pengujian CBR (California Bearing Ratio) laboratorium yang dimaksudkan pada standar ini adalah penentuan nilai CBR contoh material tanah, agregat atau campuran tanah dan agregat yang dipadatkan di laboratorium pada kadar air sesuai yang ditentukan. Pengujian CBR digunakan untuk mengevaluasi potensi kekuatan material lapis tanah dasar, fondasi bawah dan fondasi, termasuk material yang didaur ulang untuk perkerasan jalan dan lapangan terbang.
Pengujian CBR laboratorium dilakukan terhadap beberapa benda uji, umumnya tergantung pada kadar air pemadatan dan densitas kering yang ingin dicapai. Secara umum pengujian CBR laboratorium ini (sesuai tahapannya) mencakup penyiapan peralatan, contoh material dan contoh uji, pemadatan, penentuan massa basah dan kadar air benda uji, perendaman, uji penetrasi, penggambaran kurva hubungan antara beban dan penetrasi, dan penentuan nilai CBR. CBR desain juga dapat ditentukan melalui pengujian CBR ini, yaitu dengan menggunakan kurva hubungan antara CBR dan densitas kering dari setiap benda uji.
Peralatan lengkap untuk Pengujian CBR Laboratorium dapat dilihat pada uraian di bawah ini :


COMPACTION TEST
COMPACTION TEST (UJI PEMADATAN TANAH)
- SO-350 COMPACTION TEST MANUAL
- SO-350A COMPACTION TEST ELECTRIC
Standar Acuan : SNI 1742-2008; ASTM D-698 / D-1557; AASHTO T-99 / T-180
Pemadatan tanah di laboratorium dimaksudkan untuk menentukan kadar air optimum dan kepadatan kering maksimum. Kadar air dan kepadatan maksimum ini dapat digunakan untuk menentukan syarat yang harus dicapai pada pekerjaan pemadatan tanah di lapangan.
Peralatan yang digunakan adalah cetakan, alat penumbuk, alat pengeluar benda uji, timbangan, oven pengering, pisau perata, saringan, alat pencampur, dan cawan.
Cara uji untuk menentukan kadar air optimum dan kepadatan kering maksimum yang digunakan adalah uji kepadatan ringan (standard). Cara tersebut dibagi menjadi 4 cara, yaitu cara A, cara B, cara C dan cara D (lihat Tabel 1). Cara tersebut dibagi berdasarkan sifat tanah dan harus dinyatakan dalam spesifikasi bahan tanah yang akan diuji, jika tidak gunakan ketentuan A.
- Cara A dan cara B digunakan untuk campuran tanah yang tertahan saringan No. 4 sebesar 40% atau kurang.
- Cara C dan cara D digunakan untuk campuran tanah yang tertahan saringan 19,00 mm sebesar 30% atau kurang.


SO-340 SPECIFIC GRAVITY
SPECIFIC GRAVITY (PENGUJIAN BERAT JENIS TANAH)
Standar Acuan : SNI 1964:2008, ASTM D-854; AASHTO T-100
Berat jenis (specific gravity) tanah adalah angka perbandingan antara berat isi butir tanah dengan berat isi air suling pada volume yang sama dan suhu tertentu. Berat jenis tanah sangat penting diketahui yang selanjutnya digunakan dalam perhitungan - perhitungan mekanika tanah.
Metode Pengujian Berat Jenis Tanah ada 3 yaitu :
- SO-340 SPECIFIC GRAVITY HEATING METHOD
- SO-340A SPECIFIC GRAVITY VACUUM METHOD STAND
- SO-340B SPECIFIC GRAVITY VACUUM METHOD HOSE
Rumus untuk menemukan jeneis tanah adalah :
![]()
dimana :
- Berat Piknometer (W1)
- Berat Piknometer + Tanah (W2)
- Berat Piknometer + Tanah + Air (W3)
- Berat Piknometer + Air (W4)
Berat jenis tanah sangat dipengaruhi oleh zat-zat yang membentuk tanah itu dimana masing – masing zat itu berbeda pula berat jenisnya. Berat jenis tanah biasanya berkisar antara 2,4 – 2,8 dan dinyatakan tanpa satuan.dimana :
- Berat Piknometer (W1)
- Berat Piknometer + Tanah (W2)
- Berat Piknometer + Tanah + Air (W3)
- Berat Piknometer + Air (W4)
Berat jenis tanah sangat dipengaruhi oleh zat-zat yang membentuk tanah itu dimana masing – masing zat itu berbeda pula berat jenisnya. Berat jenis tanah biasanya berkisar antara 2,4 – 2,8 dan dinyatakan tanpa satuan.
Peralatan untuk pengujian Berat Jenis Tanah adalah :


